5 Kekurangan Penggunaan Atap Baja Ringan Untuk Tempat Tinggal

Konten [Tampil]
Rumah adalah tempat tinggal dan tempat berlindung dari hujan dan panas. Dengan begitu, pastinya dalam membangun rumah impian Anda perlu memperhatikan beberapa hal supaya Anda bisa nyaman dan tenang, salah satunya adalah material dan bahan - bahannya.
Selain pondasi yang kuat, rumah juga harus memiliki material yang bagus dan anti bocor apabila musim penghujan, saat Anda tinggal rumah bisa nyaman. Selain itu, Atap Rumah merupakan bagian rumah yang fundamental. Oleh sebab itu, dalam membangun rumah Anda perlu memperhatikan bahan atau material atap dengan baik.

Sesuai dengan perkembangan jaman atap rumah sudah tidak bergantung lagi dengan material kayu dan baja konvensional. Ada bahan lain yang sedang trend dikalangan masyarakat pada saat membangun rumah dan hal ini sudah dipercaya, yaitu Baja Ringan.

Resiko penggunaan Baja Ringan

Sudah banyak yang mengetahui keuntungan penggunaan baja ringan. Baja ringan merupakan material yang lebih awet, kuat dan ringan, serta bisa didaur ulang apabila sudah tidak terpakai. Namun, dari banyaknya kelebihan penggunaan baja ringan, ada juga resiko penggunaan baja ringan sebagai atap rumah. Lalu apa saja kekurangan menggunakan baja ringan sebagai atap rumah ? Simak baik - baik penjelasan berikut ini :

1. Harga Lebih Mahal

Jika mengingat material baja ringan yang lebih baik dibanding bahan yang lain, pastinya atap yang menggunakan baja ringan pasti lebih mahal dibandingkan material lainnya. Dan harga yang dibandrol untuk per 6 cm dengan harga kisaran Rp. 30.000 sampai Rp. 120.000.

Dengan harga baja ringan yang sudah disebutkan tadi, belum termasuk bahan pelengkap lainnya saat pemasangan atap baja ringan, seperti Alumunium Foil, Genteng Metal, Sekrup dan lainnya. Anda harus merogoh kantong yang lebih dalam apabila ingin menggunakan baja ringan sabagai atap rumah hunian Anda.

2. Kuat Tetapi Kurang Etetis

Hal ini disebabkan oleh berat penutup atap baja ringan, apabila semakin berat penutup atap yang digunakan, maka kerangka atap baja ringan akan semakin rapat. Memang jika dilihat dari segi kontruksi dapat menambah kekuatan fondasi rumah. Namun, dilihat dari segi estetika tampilannya jadi kurang indah. Oleh sebab itu, Anda bisa menggunakan plafon untuk menutupi kerangka atap baja ringan.

3. Bisa Tertiup Angin

Jika Anda tinggal ditempat yang berangin cukup kencang, sebaiknya pertimbangkan lagi penggunaan atap baja ringan. Hal ini disebabkan pada saat pemasangan sambungan atap baja ringan yang menggunakan baut, jika pemasangan kurang baik maka bisa dihempaskan oleh Angin.

4. Salah Perhitungan Bisa Fatal

Dalam membangun atap baja ringan yang kuat dan awet, material baja ringan harus dipasang dengan struktur jaring. Dan masalah yang akan timbul adalah ada ketidaktelitian. Anda harus memperhitungkan pemuaian atau penyusutan baja dan lain sebagainya, jika tidak dihitung dengan teliti bisa mengakibatkan atap rumah bisa saja roboh.

5. Bisa Menjadi Penghantar Listrik

Karena Baja ringan terbuat dari bahan yang bisa dialiri listrik, pada saat pemasangan Instalasi Listrik juga harus diperhatikan. Anda harus melakukan pengamanan instalasi listrik di atap baja ringan, untuk pengamanannya bisa di baca Cara Pemasangan Instalasi Listrik Pada Atap Baja Ringan Yang Aman. Supaya penggunaan atap baja ringan terhindar dari hal - hal yang tidak diinginkan.

Itulah 5 Kekurangan Penggunaan Baja Ringan Sebagai Atap Rumah. Dari kekurangan tesebut pastinya penggunaan material baja ringan sebagai atap rumah bisa diakali dengan perhitungan yang pas. Demikian pembahasan mengenai kekurangan penggunaan atap baja ringan, semoga bermanfaat.

0 Response to "5 Kekurangan Penggunaan Atap Baja Ringan Untuk Tempat Tinggal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close