Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram Putih

Konten [Tampil]
Cata Budidaya Jamur Tiram
Jamur tiram putih atau sering disebut dengan jamur kayu teryata sangat cocok untuk di budidaya didaerah yang beriklim tropis, dengan alasan sering tumbuh dibatang kayu sudah lapuk dan berwarna putih banyak yang bilang jika Jamur Tiram Putih disebut juga dengan Jamur Kayu. Nama Latin dari Jamur Tiram adalah Pleurotus Osteratus, termasuk dalam kelompok Basidiomycota.

Metode Budidaya Jamur Tiram Putih ada dua kegiatan utama. Tahap pertama adalah membuat media tanam dan menginokulasikan bibit jamur kedalam media tanam, sehingga media tanam akan ditumbuhi miselium berwarna putih seperti kapas. Tahap kedua menumbuhkan meselium agar menjadi badan buah.

Buat Anda yang baru berkecimpung dalam cara melakukan budidaya jamur, biasanya memulai budidaya jamur dengan menumbuhkan Baglog menjadi daging buah. Dan untuk pengadaan baglog itu sendiri biasanya dengan cara membeli dari pihak lain, selanjutnya apabila budidaya jamur sudah berkembang dan volume banyak, baru mencoba membuat baglog sendiri.

Memulai Budidaya Jamur Tiram Putih

Dalam pembahasan kali ini bpflash akan memberikan tata cara memulai budidaya jamur tiram putih, mungkin buat Anda untuk pemula yang baru saja tertarik untuk memulai bisnis satu ini yakni budidaya jamur tiram, bisa mengikuti tips yang akan kami berikan, simak baik - baik ya tata cara memulai budidaya jamur tiram putih dan simak juga Cara Budidaya Jamur Tiram Coklat.

Menyiapkan Kumbung

Kumbung adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur atau bis juga disebut dengan rumah jamur, kumbung biasanya berupa sebuah bangunan dan berisi rak untuk meletakan baglog. Syarat bangunan kumbung harus memenuhi beberapa syarat yakni bisa menjaga suhu dan kelembaban.

Bangunan kumbung biasanya dibuat dari bambu dan atap kayu, serta dinding kimbung bisa dibuat dari anyaman bambu dan juga papan. Kemudian untuk atapnya bahan yang bagus berupa genteng atau sirap, tidak dibolehkan terbuat dari asben atau seng, karena bahan tersebut dapat menimbulkan panas. Untuk bagian lantai sebaiknya jangan di plester atau dicor, supaya air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.

Selanjutnya untuk bagian dalam kumbung berisi sebuah rak berupa kisi - kisi yang dibuat bertingkat, dan berjajar serta dipisahkan oleh sebuah lorong untuk perawatan. Rak tersebut berfungsi untuk menyimpan baglog, untuk bahan rak bisa dibuat dari bambu atau kayu.
Rak Untuk Menaruh Baglog
Ukuran ketinggian rak untuk menyimpan baglog antara rak sebaiknya tidak kurang dari 40 CM, dengan lebar 40 CM dan panjangnya 1 meter serta rak bisa dibuat 2 - 3 tingkat. Dengan ukuran rak sebesar itu dapat menampung 70 - 80 baglog, untuk jumlah rak bisa disesuaikan dengan jumlah baglog untuk budidaya jamur.

Setelah tempat untuk budidaya jamur sudah disiapkan, sebaiknya lakukan seterilisasi terlebih dahulu sebelum baglog yang sudah siap ditumbuhi jamur tiram. Langkah awal agar budidaya jamur sukses, Anda harus memperhatikan beberapa langkah dahulu, salah satunya berikut ini :
  • Pertama, Bersihkan kumbung dan dan rak - rak yang nantinya untuk menyimpan baglog.
  • Kedua, Lakukan Pengapuran dan penyemprotan dengan fungsida didalam kumbung, dan diamkam selama dua hari. Sebelum memasukan baglog.
  • Ketiga, Setelah bau obat fungsida hilang lalu masukan baglog yang sudah siap dan pastikan seluruh permukaan tertutupi serabut putih.

Menyiapkan Baglog

Jika masih bingung apa itu baglog, maka bpflash akan memberikan penjelasan lebih dalam lagi. Baglog adalah salah satu media untuk meletakan bibit jamur tiram, dan bahan utama baglog dari serbuk gergaji. Alasannya menggunakan serbuk gergaji sebagai media tanam jamur tiram, karena jamur tiram termasuk juga jamur kayu.

Baglog itu sendiri dibungkus dengan plastik dan berbentuk silinder, dan pada salah satu ujungnya terdapat lubang yang nantinya akan ditumbuhi jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar. Untuk usaha budidaya jamur bersekala besar, biasanya petani jamur membuat baglog sendiri. Namun bagi Anda pemula dibudidaya jamur dengan modal terbatas biasanya membeli dari pihak lain.

Saat ini harga baglog jamur tiram yang berbobot 1 KG dijual dengan harga Rp. 2000, sebenarnya cara membuat baglog sendiri mudah, hanya saja untuk pemula menjadi petani jamur malah tidak fokus untuk merawat jamur tiram yang sudah mulai dibudidaya.

Cara Merawat Baglog

Untuk merawat baglog terdapat dua cara dalam menyusun baglog, masing - masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Biasanya baglog disusun secara vertikal dan horizontal, dan baglog yang disusun horizontal akan banyak menyita ruang. Dan berikut ini tata cara merawat baglog yang baik dan benar :
  • Pertama, Sebelum disusun buka dahulu cincin dan kertas penutupnya dan diamkan selama 5 hari. Untuk lantai yang terbuat dari tanah sebaiknya lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
  • Kedua, Selanjutnya potong unjung baglog supaya memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar, dan biarkan selam tiga hari jangan disaram. Cukup siram pada bagian lantainya saja.
  • Ketiga, Siram dengan sprayer membentuk kabut, untuk frekuensi penyiraman bisa dilakukan 2 - 3 kali sehari tergantung dengan suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu kumbung pada kisaran 16 - 24° C.
Cara Merawat Baglog

Tahap Panen Budidaya Jamur Tiram

Jika baglog yang sudah digunakan sudah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1 hingga 2 minggu setelah penutup baglog dibuka, maka jamur akan tumbuh dan bisa dipanen. Waktu yang pas untuk jamur dilakukan pada saat jamur yang sudah mekar dam membesar, tepatnya pada saat ujung - ujungnya sudah meruncing dan tidung belum pecah serta berwarna putih.

Apabila waktu panen telat sehari maka timbul warna menjadi agak kuning kecoklatan dan tidung pecah, bila sudah terjadi seperti ini maka jamur tidak akan bertahan lama dan cepat layu. Untuk jarak panen pertama ke panen berikutnya bisa berkisar 2 sampai 3 minggu. Baca juga 8 Siasat Budidaya Jamur Tiram Putih Di Daerah Panas,

0 Response to "Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram Putih"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel